Selasa, 29 Desember 2009

VISI TUHAN UNTUK GEREJA KINGMI PAPUA

VISI TUHAN UNTUK GEREJA KEMAH INJIL (KINGMI) DI TANAH PAPUA

“BEKAS ANAK –ANAK PENGUASA BUMI PEGUNUNGAN PAPUA”

Suatu Penglihatan Dari Ev. Petrus Giay
29 Maret 2008 DI Pos 7


PENDAHULUAN


Kita dipanggil dan dituntut untuk bervisi panjang dan melibatkan diri dalam tugas sebagai penggilan TUHAN, dengan visi yang murni dan jelas dari UGATAME (Pencipta) untuk membawah Gereja kita menuju pada suatu kemandirian serta kesejahteraan yang di kehendaki oleh TUHAN, dan terus berkembang dan diberkatinya.

Dalam tulisan ini penulis mengangkat suatu hal yang sangat fital yaitu: ”VISI MISI” bagi ”PEMIMPIN GEREJA” sebab visi merupakan sosok modal utama dan arah langkah pemimpin Gereja (Gembala) dalam menumbuhkan manusia umat TUHAN secara kwantitas dan kwalitas kini dan kedepan; sebagaimana H. Soekahar menuliskan ; ”Jemaat memiliki visi yang telah di perbaharui, karena tanpa visi binasalah bangsa”(Soekahar 1999:52). Adalah suatu ungkapan yang sangat benar, sebab sebagai manusia bernafas dapat menentukan rencana baik buruknya kini dan kedepan. Pengetahuan rancangan bukanlah secara ketiba-tibaan. Soekahar juga menuliskan:

”Ide untuk melaksanakan pembangaunan Gereja (oleh pemimpin Gereja atau gembala Jemaat) bukanlah timbul karena keinginan yang tiba-tiba, tetapi haruslah didahului dengan visi yang jelas dari ALLAH (UGATAME) untuk melakukan pembaharuan tersebut”, (Soekahar 1995:54).

Sangat dibenarkan, untuk melaksanakan pekerjaan pelayanan yang besar yang akan membangun pembangunan manusia seutuhnya, bukanlah secara kebetulan, atau ketiba-tibaan, melainkan visi dapat di sertai dengan konsep yang jelas dari TUHAN.


Gereja Dipanggil Untuk Merubah Masyarakat Pegunungan Tengah

“BEKAS ANAK –ANAK PENGUASA BUMI PENGUNUNGAN PAPUA”

Suatu Penglihatan Dari Ev. Petrus Giay
29 Maret 2008 DI Pos 7

Tanggal 29 Maret 2008 malam pukul 03.00 pagi Bapak Ev. Petrus Giay melihat suatu penglihatan, dalam penglihatan tersebut dia melihat bahwa Pihak Misi CAMA dan Pihak KINGMI di Tanah Papua duduk sama-sama dalam Konfrensi Istimewa yang diselenggarakan di Enarotali. Konfrensi itu diketuai oleh orang Belanda. Dalam konfrensi tersebut sikap Pernyataan dibacakan oleh “Bekas Anak-Anak penguasa Bumi Pengunungan Tengah. Pernyataan Sikap adalah sebagai berikut:


PERNYATAAN SIKAP

“DI DALAM NAMA TUHAN YESUS”

“Kami Bekas anak – anak Penguasa Bumi Pegunungan Papua meminta kepada siapapun dan kepada MISI CAMA yang mengucapkan KATA, dan BAHASA penghinaan dari Pdt. Barry Yordan dan John Cuts disebut Misi Cama yang tinggal di Pos VII. Segera Cabut: Dari Mulut dan Lidah dengan kata atau bahasa yang diucapkan terhadap suku – suku kami di Pengunungan tentang Masalah Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua. Kata-kata yang diucapkan oleh MISI CAMA adalah sebb:

1. Misi Cama kami datang bukan kepada orang Papua.
2. Misi Cama kami datang hanya untuk Indonesia
3. Gereja Kemah Injil Adalah gereja yang sesat
4. Misi CAMA kami tidak bawa Gereja Kingmi tetapi GKII
5. Gereja kemah Injil (Kingmi) adalah Gereja Setan
6. Gereja Kemah Injil (Kingmi) adalah Gereja 666.
7. Gereja Kemah Injil (Kingmi) adalah Gereja Koyei Daba.
8. Gereja Kemah Injil (Kingmi) merubah Lagu dan LOGO
9. Gereja Kemah Injil (Kingmi) mengusir Misi Cama dan Orang Indonesia
10. Gereja Kemah Injil (Kingmi) Menghina Injil Kristus.

10 (Sepuluh ) perkataan yang diucapkan oleh kedua hamba Tuhan yang tinggal di Pos VII kami minta supaya Segera cabut dan bertobat, karena Tanah Papua adalah Tanah yang diberkati oleh TUHAN YESUS.

Gereja Kemah Injil (Kingmi) dibawa dari Amerika kepada Penguasa Bumi Pengunungan Papua adalah Harga Mahal dan tak sanggup dibalas kami kepada Misi Cama.

Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua adalah Kemah Suci yang sudah didirikan oleh Nabi Musa atau Gereja Kemah Injil Kristus di Tanah Papua adalah “ TABERNAKER.
PENDIRI KEMAH INJIL KINGMI PAPUA

GEREJA KEMAH INJIL PAPUA DIDIRIKAN OLEH “CAMA DAN GEREJA KEMAH INJIL (KINGMI) DI TANAH PAPUA DIRIKAN ”, BUKAN OLEH:

1. Pdt. Dr. Benny Giay
2. Pdt. Dr. Noak Nawipa
3. Pdt. Yosia Tebay, S. Th, MA
4. Pdt. Sebulon Karubaba, S.Th, MA
5. Pdt. Drs. Masmur Asso, MA.

Pendiri Gereja Kemah Injil (Kingmi) dan Injil 4 (empat) berganda adalah DR. Benyamin Albert Simpson di Amerika. Pada tanggal 13 Januari 1939 “GEREJA KEMAH INJIL (KINGMI) DI TANAH PAPUA DIPIKUL DI ATAS BAHU ATAU PUNDAK PENGUASA BUMI PENGUNUNGAN PAPUA, PENGUASA TERSEBUT RELAH BERKORBAN OLEH KARENA NAMA YASUS”.

Missi CAMA kamu mengkaderkan dan melahirkan kami, sekarang kamu mau berusaha bunuh kami, itu adalah aneh.”


PENYAMPAIAN ASPRIRASI


Setelah selesai konfrensi sesuai dengan hasil kesepakatan dalam konferensi tersebut, kami menuju ke Kantor Bupati untuk menyampaikan aspirasi kami kepada Bupati Paniai bahwa:

“Kami datang menyampaikan bahwa Tanah ini telah dibayar oleh NAMA YESUS dan INJIL ini dibayar oleh Penguasa Bumi Pegunugan Papua dengan BABI yang mahal. Oleh karena itu Kantor yang dibangun di atas tanah ini dengan bersifat Korupsi dan pembunuhan kami minta segera dicabut supaya Kantor dan bangunan lain yang akan dibangunkan di atas dasar Kebenaran, keadilan dan kejujuran.”

Orang Menerima Injil: membayar dengan Babi

Akhirnya Pemimpin Konfrensi menunjukan suatu lembah hijau yaitu: Lembah Kebo, Obano, Weya, Homeyo, Baliem, Kamuu dan Tigi adalah lapangan kerjanya, setelah itu muncul sebuah cahaya yang masuk melalui Deya (bagian utara Paniai). Dan katanya “Sekarang kamu turun kerja kiranya Tuhan akan memberkati kamu. SYALOM, IMANUEL.”

CAMA/GEREJA KEMAH INJIL (KINGMI) DI TANAH PAPUA KEPADA PENGUASA BUMI PENGUNUNGAN PAPUA DI MASA LALU, MASA SEKARANG DAN MASA YANG AKAN DATANG


Iberani 13 : 8

Yohanes 3 : 16

2 Korintus 5 : 17


GEREJA KEMAH INJIL (KINGMI) BERTEMU DENGAN PENGUASA BUMI PEGUNUNGAN PAPUA DENGAN TERBUKA UNTUK MEMBERITAKAN INJIL/FIRMAN ALLAH BINTANG DAUD YANG BERSINAR, TERANG GILANG GEMILANG KEPADA SELURUH DUNIA DAN DI PAPUA


KESIMPULAN


Melakukan pekerjaan pelayanan yang sangat besar yang akan membangun pembangunan manusia seutuhnya membutuhkan visi yang jelas dari TUHAN. Bukanlah secara kebetulan, atau ketiba-tibaan jadi, melainkan visi dapat di sertai dengan konsep yang jelas dari TUHAN. Bagaimana meninjau terhadap apa yang akan datang menimpah warga Gereja seperti yang Soekahar menulis:

”Visi adalah anugerah TUHAN, itu merupakan hadiah yang diterima karena kedisiplinan, visi membuat kami mampu melihat melampaui hal-hal yang kelihatan oleh mata, melampaui halangan rintangan visi yang kami laksanakan. Visi menangkap kami maupun mendesak kami untuk bertindak, visi adalah karunia mata iman untuk melihat yang belum kelihatan, untuk mengetahui yang belum dapat diketahui, untuk memikirkan yang belum dipikirkan, mengalami hal yang terjadi. Visi mengijinkan kami melihat tanda-tanda kerajaan ELOHIM sekarang ini. Visi memberikan kami fokus kegiatan-kegiatan energi dan kerelaan menanggung segala risiko, visi menarik kami kedepan.” (Soekahar 1999:55).

Berarti visi ini adalah konsep Alkitab yang diberikan kepada setiap orang unuk merangsang, merumuskan, memikirkan secara sistematis untuk mengerjakannya, visi akan terwujud setelah ada kenyataan yang dirasakan oleh banyak orang. Visi menurut Lovett H. Wem menulis bahwa: ”Visi itu berfungsi mempersatukan, memberikan kekuatan memfokuskan, membuat Manusia mengejar standar yang harus dicapai, membangkitkan penglihatan-penglihatan mengundang dan menarik orang lain”, (Wem, 1995: 55).
Visi yang sangat vital berfungsi dalam pelayanan pekerjaan TUHAN yang dapat dilakukan kehidupan manusia, atau Gembala warga Gereja KINGMI, karena hal itu dipahami sebagai modal yang mengupayakan dan dituangkan melalui pekerjaan. Penulis menafsirkan dari I Korintus 12 bahwa: ”rupa-rupa karunia tetapi satu ROH” pada khususnya ayat 10b tentang karunia untuk bernubuat atau melihat dengan pasti sesuatu hal yang akan terjadi kedepan.



DAFTAR PUSTAKA

1. Lembaga Alkitab Indonesia
2. Soekahar, H. 1999, ”Potret Pendeta Di Tengah-Tengah Masyarakat”, (Pluralitas Modern) Gandum Mas Jawa Timur.
3. Lovet H. Wem, 1995


By: SENIOR PEKEIBO

Tidak ada komentar:

Posting Komentar